Tampilkan postingan dengan label Design Graphics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Design Graphics. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2008

Shortcut-shortcut Adobe Photoshop

Ada beberapa shortcut yang sering digunakan dalam proses mendesain di Photoshop, shortcut-shortcut tersebut yang banyak membantu para designer untuk mendesain dengan waktu yang relatif singkat. Sebenarnya banyak sekali shortcut yang terdapat pada Photoshop, tapi yang perlu kita ketahui adalah yang paling sering digunakan oleh para desaigner-desaigner untuk membuat desainnya di Photoshop.

Shortcut-shortcut yang paling sering digunakan yaitu:

Ctrl + Z / Ctrl + Alt + Z
Merupakan shortcut dari Undo yang digunakan untuk membatalkan perintah. Ctrl + Z untuk membatalkan perintah terakhir sedangkan Ctrl + Alt + Z untuk membatalkan sampai dengan 20 perintah terakhir (tergantung pada pengaturan preference history-nya).

Ctrl + Shift + Z
Merupakan Shortcut dari Redo yang digunakan untuk memanggil kembali perintah yang sudah dibatalkan.

Ctrl + D
Shortcut yang digunakan untuk mematikan seleksi/selection (deselect).

Ctrl + Shift I
Shortcut yang digunakan untuk menyeleksi daerah yang belum terseleksi setelah kita lakukan seleksi sebelumnya (select inverse).

Ctrl + J
Merupakan shortcut untuk mencopy object sekaligus membuatkan layer baru (Layer via copy).

Ctrl + Shift J
Merupakan shortcut untuk memindahkan object kedalam layer baru.

Ctrl + C
Merupakan shortcut untuk meng-copy obyek.

Ctrl + X
Merupakan shortcut untuk meng-cut obyek.

Ctrl + V
Merupakan shortcut untuk mem-paste obyek yang telah di-copy/di-cut.

Spasi
Merupakan shortcut dari Hand Tool yang digunakan untuk menggeser tampilan. Kemudian apa bedanya dengan apabila kita menekan tombol H yang merupakan shortcut dari Hand Tool? Misalnya saja kita sedang aktif pada Pen Tool kemudian kita ingin menggeser posisi dari tampilan gambar kita dan kita menekan tombol H maka kita akan aktif pada Hand Tool dan bukan pada Pen Tool lagi. Sedangkan apabila kita menggunakan tombol Spasi maka kita akan berpindah sementara pada Hand Tool (selama kita menekan tombol Spasi) namun tetap saja kita aktif pada Pen Tool dan setelah kita tidak menekan tombol Spasi lagi kita akan kembali pada Pen Tool.

Ctrl + Spasi + Drag
Digunakan untuk membesarkan tampilan pada area yang di drag.

Ctrl + Spasi + Klik / Ctrl + Spasi + Alt + Klik
Digunakan untuk membesarkan/mengecilkan tampilan secara bertahap.

Ctrl + “+” / Ctrl + “-”
Digunakan untuk membesarkan/mengecilkan tampilan.

Ctrl + 0
Digunakan untuk melihat tampilan gambar 100%.

F
Digunakan untuk mengganti screen mode menjadi Full Screen Mode. Dengan menggunakan Full Screen Mode akan mempermudah proses kerja kita terutama bila kita melakukan zooming dan sebagainya.

Tab
Digunakan untuk menyembunyikan alat-alat meliputi Toolbox, Window Layers, dan sebagainya. Biasanya kita menggunakannya bersamaan dengan Full Screen Mode.

Shift + Tab
Digunakan untuk menyembunyikan pallete.

Tombol “[” atau “]”
Digunakan untuk memperbesar/memperkecil ukuran brush dengan cepat.
Shortcut-shortcut yang telah disebutkan diatas tidak mutlak harus anda kuasai namun seiring dengan kebutuhannya, nantinya anda akan sangat terbantu menggunakan shortcut-shortcut tersebut.

Caps Lock
Digunakan untuk membuat tampilan brus dari setiap tool box menjadi bentuk detail (untuk menormalkan tampilan brusnya non-aktifkan Caps Locknya).

Blog Advertising

Kamis, 28 Agustus 2008

Efek HDR (High Dynamic Range) dengan Photoshop

HDR atau High Dynamic Range photography banyak dijumpai di web-web tukang foto. Hasilnya sih keren banget.. cuman aku juga gak tau persis apa tu HDR dan gimana bikinnya kalo pake camera. Susah kayaknya.. Tukang photo pemula kayak aku bisanya cuman edit lewat photoshop doang.. hehehe.. HDR ini juga aku dikenalin oleh temen, dia minta tutorialnya.. ya udah aku coba bikinin deh.. mudah-mudahan mirip-mirip gambar HDR. amiiiiin

Pertama buka gambar yang mo di edit .














Menurut saya langkah yang kedua ini sangat penting dalam pembuatan HDR Image, yaitu setting shadow dan highlightnya. Klik Image >adjustment> shadow/highlight. Setting seperti dibawah :


Terus tekan CTRL + J untuk duplikat layer background, ganti layer efek dengan color dodge.
















Duplikat layer 1 dengan tekan CTRL+J trus ubah layer efek nya menjadi linear burn.














Ubah foreground color menjadi Hitam dengan tekan tombol X. Lalu klik Select > Color Range, ubah fuzziness menjadi 100. Setelah klik OK Klik Layer mask , maka muncul Layer mask di samping layer 1 copy tadi.


















Karena gambar kurang oke, terlihat ada noise hitam, klik Filter > blur > gaussian Blur.




















Duplikat layer 1 copy dengan menekan CTRL+J. ganti layer efek menjadi Overlay dan tekan CTRL+I untuk Inverse atau membalik warna layer mask.

Sekarang ubah Foreground menjadi putih dengan tekan tombol X di keyboard. Lalu klik Select>color range. fuzziness tetep 100.





















Setelah di OK , lalu drag background ke create New Layer, setelah duplikat lalu pindahkan layer background copy ke paling atas , seteleah itu klik Create Layer Mask. maka muncul layer mask baru seperti ini :
























Klik filter > blur > gaussian blur untuk menghilangkan Noise.





















CTRL klik di layer mask background copy untuk menyeleksi layermask, lalu Klik Adjustment layer > Gradient map.
























Setting Gradient map seperti dibawah :















Kalo udan klik layermask yang terbentuk, lalu tekan CTRL +I untuk Inverse selection.



















Ganti Layer efek menjadi Hard Light. kamu bisa atur Opacity nya juga terserah aja..

























Sekarang kamu bisa ke layer background dan atur hue dan saturation nya.. Hasilnya kayak gini :















Saya coba ke gambar lain , hasilnya begini :















HDR nya :
















ada lagi :















HDR nya :















Coba juga yang ini:














HDR nya:














Atau yang ini:















HDR nya:














Selamat mencoba, semoga berhasil
Sumber: http://ilmuphotoshop.com/2008/08/19/efek-hdr-high-dynamic-range-dengan-photoshop/

Blog Advertising

Rabu, 12 Maret 2008

Tips membuat grafik dengan CorelDraw 12

Tidak sulit membuat grafik dengan menggunakan CorelDraw, simple saja, tau caranya buat grafik dengan menggunakan Ms. Office?klu udah tau pasti juga tau membuat grafik dengan menggunakan CorelDraw, berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  • Pastinya, buka dulu dong program Corel Drawnya

  • Kalau udah masuk ke lembar kerjanya, pilih menu edit>insert new object, nah, nanti akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini.










  • Pilih Microsoft Graph Chart, trus klik OK.

  • Akan muncul tampilan seperti dibawah ini, pada Graphic1-Datasheet silahkan ubah nama colom (1st Qtr, 2nd Qtr, 3rd Qtr dan 4th Qtr) dan baris (East, West, dan Nort) sesuai kebutuhan anda.










  • Setelah itu tekan tombol Esc untuk memunculkan grafiknya pada lembar kerja Corel Draw anda, contoh tampilannya seperti dibawah ini.



  • Bagaimana, gampang kan??? selamat mencoba deh!!

By: Marsalji kodong


Blog Advertising

Sabtu, 01 Maret 2008

Mengenal Design Graphics

Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.
Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.
Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan�
Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
2. Web Desain: desain untuk halaman web.
3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.
Program Pengolah Grafis
Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.
1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Adobe FrameMaker
- Adobe In Design
- Adobe PageMaker
- Corel Ventura
- Microsoft Publisher
- Quark Xpress
2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Adobe Illustrator
- Beneba Canvas
- CorelDraw
- Macromedia Freehand
- Metacreations Expression
- Micrografx Designer
3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.
Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
- Adobe Photoshop
- Corel Photo Paint
- Macromedia Xres
- Metacreations Painter
- Metacreations Live Picture
- Micrografx Picture Publisher
- Microsoft Photo Editor
- QFX
- Wright Image
4. Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
- Adobe After Effect
- Power Director
- Show Biz DVD
- Ulead Video Studio
- Element Premier
- Easy Media Creator
- Pinnacle Studio Plus
- WinDVD Creater
- Nero Ultra Edition
5. Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
- Macromedia
- Macromedia Authorware
- Macromedia Director
- Macromedia Flash
- Multimedia Builder
- Ezedia
- Hyper Studio
- Ovation Studio Pro
- Macromedia Director
- Macromedia Flash
- Multimedia Builder
- Ezedia
- Hyper Studio
- Ovation Studio Pro
Download File Bagaimana memulai Design Grafis klik di sini

Blog Advertising